PURBALINGGA – Fahmi Dian Nur Rahma (27) yang lebih akrab dipanggil Fahmi DNR menghelat pameran lukisan tunggal yang ke-3 karya lukisannya di Pendopo Bagoes 306 Jalan Letjen S. Parman No. 135 Kelurahan Kedungmenjangan, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan pameran tersebut berlangsung pada Sabtu, 14 Januari 2023. Ia mengemas karyanya dengan tema “Kekayaan Budaya, Ragam Wisata Alam dan Kuliner Purbalingga.
Menurut Fahmi DNR, selain karya lukisannya ia juga membuat merchandise berupa kaos khas Purbalingga dengan karakater figur gambar miliknya yang sudah di hak ciptakan resmi Kementerian Hukum dan HAM RI.
“Karya terkait tema Purbalingga ini akan dipamerkan bertahap baik ke luar kota maupun ke manca negara, selain itu lukisan juga dibuat marchandise seperti kaos, tas tangan dan lainnya,” tuturnya saat dikonfirmasi, Sabtu, (14/1/2023) siang.
Owner PT Fahmi DNR Doodle Gallery yang tinggal di Desa Selanegara, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga ini menjelaskan awal mula karya lukisannya hingga bisa terjual sampai ke kolektor manca negara seperti Belanda, Korea, Maroko dan beberapa negara lainnya. Menurutnya Sejak kecil ia hobi melukis dan awalnya rutin memposting karya lukisannya di media sosial facebook hingga pada tahun 2013 ada kolektor asal Belanda yang minat dengan karyanya.
“Sejak itu kolektor asal Belanda memperkenalkan karya-karya saya di Belanda, bahkan di tahun 2022 saya diundang mengadakan pameran di sana, tapi ditunda karena masih pandemi,” tuturnya.
Dalam penyampaiannya ia menyebut lukisan doodle karyanya memiliki beberapa ciri khas yakni, menggambarkan sosok wanita yang bermata bulat, mulut kecil, pipi merona dan bertubuh kurus seperti keinginannya.
Ia juga memotivasi para pemuda di Purbalingga yang memiliki bakat seni khususnya seni lukis untuk terus berkarya dan jangan malu untuk memposting karyanya di media sosial serta menyebut pentingnya mendaftarkan hak paten sebuah karya seni.
Sementara itu, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi yang turut hadir pada pameran tersebut mengapresiasi dan mensupport penuh bahkan memberikan jalan dan wadah agar produk Fahmi DNR tersebut dapat segera diaplikasikan ke publik, baik tempat wisata, hotel maupun Bandara yang ada di Purbalingga.
“Ini yang jadi PR harus ada sesuatu yang bisa dijual, para pengunjung wisata seringkali mencari souvenir kenang kenangan. Saat ini masih sebatas, kuliner, batik tapi untuk stationery masih cukup susah dicari,” katanya.
Pemkab Purbalingga juga memastikan akan membantu pemasarannya. Baik melalui e-commerce, kerjasama dengan hotel ataupun juga melalui etalase produk kerajinan khas Purbalingga di Wastralingga. (RP)