Banjarnegara - Sepulang sekolah, langkah Yubna dan Quin, dua siswa SDN 6 Gumelem Kulon, tidak langsung menuju rumah. Di tengah perjalanan, keduanya justru berhenti sejenak, duduk-duduk dan menikmati suasana di atas jalan rabat beton yang kini sudah terlihat halus. Rabu (12/08/2026), suasana sederhana itu terlihat di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara.
Bagi orang dewasa, duduk santai di pinggir jalan mungkin terlihat biasa. Namun bagi Yubna dan Quin, jalan yang kini mulus menjadi pemandangan baru yang menyenangkan setelah sebelumnya mereka harus melewati jalan dengan kondisi yang tidak selalu nyaman.
Jalan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, berupa rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 0,15 meter.
Setelah pembangunan memasuki tahap akhir, permukaan jalan mulai tampak rapi dan halus. Warga pun mulai merasakan perubahan yang dibawa oleh pembangunan tersebut.
Yubna dan Quin menjadi gambaran kecil bagaimana hasil pembangunan perlahan masuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Jalan yang dibangun bukan hanya digunakan kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan anak-anak menuju dan pulang dari sekolah.
Mereka duduk santai sambil bercengkerama. Tidak ada aktivitas besar, hanya dua anak sekolah yang menikmati waktu sebelum kembali melanjutkan perjalanan pulang. Namun dari momen kecil itu, terlihat sebuah perubahan besar.
Jalan yang sebelumnya menjadi bagian dari tantangan warga kini berubah menjadi akses yang lebih nyaman. Anak-anak dapat melintas dengan lebih mudah, sementara masyarakat memiliki harapan aktivitas sehari-hari akan semakin lancar.
Panlak Wondo menjadi bagian dari pengawasan pelaksanaan pembangunan di lokasi TMMD. Pekerjaan terus diarahkan agar sasaran yang dibangun dapat selesai dengan hasil yang baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Satgas TMMD, pembangunan jalan bukan hanya persoalan menyelesaikan panjang pengecoran. Ada manfaat yang ingin ditinggalkan setelah program berakhir, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.
Bagi anak-anak seperti Yubna dan Quin, jalan itu mungkin hanya tempat untuk pulang sekolah dan sesekali duduk bermain.
Tetapi bagi warga Gumelem Kulon, jalan sepanjang 737 meter tersebut menyimpan harapan yang jauh lebih Panjang harapan akan akses yang lebih mudah, aktivitas yang lebih lancar, serta masa depan desa yang semakin baik.
Semangat itu sejalan dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.”
Karena pembangunan terkadang tidak perlu dijelaskan dengan kata-kata panjang. Cukup melihat senyum anak-anak yang pulang sekolah dan merasa nyaman melewati jalan baru, kita bisa memahami arti sebuah pembangunan bagi masyarakat.(Pendimbna).