Banjarnegara - Suasana hangat terasa di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, ketika jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke-129 TA 2026, Selasa (11/08/2026).
Sambutan tersebut disampaikan oleh Sekda Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si., yang mewakili Bupati Banjarnegara. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat datang kepada Tim Wasev yang hadir untuk melihat secara langsung pelaksanaan TMMD di Gumelem Kulon.
Tim Wasev dipimpin Ketua Tim PJO Irut-4/Bin PKBN Itter Itum Itjenad Kolonel Kav. Budiman Ciptadi, S.A.P., M.Han., didampingi Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd., selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-129, Letda Czi Boby Arista, Pama Sterad, serta Tim PKO Kodam, Pamen Ahli Bidang Ilpengtek dan LH Sahli Pangdam IV/Diponegoro Kolonel Inf. Erwin Ekagita Yuana, S.I.P., M.Si.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di Desa Gumelem Kulon dalam rangka menyambut Tim Wasev. Kami, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama masyarakat, mengucapkan selamat datang kepada tim,” ujar Hendro.
Dalam sambutannya, Hendro menegaskan bahwa TMMD merupakan bukti nyata kontribusi TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, program tersebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat, terutama melalui pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan warga.
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Gumelem Kulon dimulai pada 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Memasuki masa akhir pelaksanaan, berbagai sasaran fisik di lapangan telah mendekati penyelesaian.
Kondisi tersebut, menurut Hendro, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan antara Satgas TMMD dan masyarakat.
Pembangunan terus dikebut agar seluruh sasaran dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan. Pemerintah daerah berharap hasil pembangunan nantinya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, terutama untuk memperlancar akses masyarakat dan mendukung aktivitas perekonomian.
Jalan yang semakin baik, misalnya, akan memudahkan warga membawa hasil pertanian, memperlancar mobilitas, sekaligus membuka akses menuju wilayah lainnya.
Hendro juga menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan fisik.
Kegiatan nonfisik memiliki peranan yang tidak kalah penting. Berbagai penyuluhan, pembinaan, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.
“Pembangunan nonfisik sangat penting. Ini menjadi bagian penting dalam pembentukan mental masyarakat Desa Gumelem Kulon,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan desa harus dilakukan secara menyeluruh. Infrastruktur yang baik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas masyarakat.
Pembangunan infrastruktur di daerah, menurut Hendro, tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai organisasi perangkat daerah terkait.
Di hadapan Tim Wasev, Sekda juga menyampaikan harapan agar kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan pengawasan, tetapi menjadi momentum untuk mendapatkan masukan dan evaluasi.
“Kami mohon koreksi dan arahan dari Tim Wasev PJO TMMD untuk perbaikan dan evaluasi. Hal ini sangat penting bagi kami dan Satgas TMMD untuk menjadi motivasi dalam menyelesaikan sisa waktu pembangunan agar berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara bagi Satgas TMMD, arahan Tim Wasev menjadi dorongan untuk terus menjaga semangat hingga pekerjaan terakhir selesai.
Di Gumelem Kulon, pembangunan bukan hanya tentang beton, talud, jalan, atau fasilitas desa. Ada semangat gotong royong yang ikut dibangun. Ada kebersamaan antara TNI dan rakyat yang semakin kuat.
Dan ada harapan agar hasil TMMD dapat dirawat serta dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Dengan semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” Pemkab Banjarnegara berharap sinergi yang telah terbangun selama pelaksanaan TMMD dapat terus dilanjutkan setelah program berakhir.
Sebab, ketika pembangunan dilakukan bersama, manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi diharapkan menjadi investasi bagi masa depan masyarakat Gumelem Kulon.(Pendimbna).