Dari Mbua ke Wamena, Istri Aris Sanda Tiba di Rumah Duka

PAPUA PEGUNUNGAN, Wamena — Istri almarhum Aris Sanda, Sinta, tiba di Wamena dan langsung menuju rumah duka setelah dijemput dari Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Kamis (17/9/2026). Aris Sanda sebelumnya diberitakan menjadi korban kekerasan saat menjalankan pekerjaannya sebagai sopir lajuran rute Wamena-Mbua.

Proses penjemputan diawali dengan keberangkatan Sinta dari Mbua menuju Kenyam menggunakan helikopter yang bertolak dari Timika pada pukul 08.15 WIT dan tiba di Kenyam sekitar pukul 09.30 WIT. Dalam perjalanan tersebut, Sinta didampingi oleh Murni yang merupakan sepupu korban.

Dari Kenyam, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan pesawat Caravan pada pukul 13.40 WIT menuju Wamena. Sinta didampingi Murni serta empat personel Satgas Rajawali dan tiba di Bandara Wamena sekitar pukul 14.05 WIT.

Setibanya di Bandara Wamena, Sinta kemudian didampingi Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi, S.Sos., M.M., bersama dr. Edie Rante Tasak selaku Penasihat Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKT), menuju rumah duka. Rombongan tiba sekitar pukul 14.20 WIT untuk berkumpul bersama keluarga yang tengah berduka.

Dr. Edie Rante Tasak menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/PWY, serta jajaran Polri yang telah membantu proses evakuasi jenazah sekaligus memfasilitasi kepulangan istri korban hingga tiba dengan selamat di rumah duka.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan dan menyerahkan proses tersebut kepada Tuhan.

“Janganlah kejahatan dibalas dengan kejahatan. Biarlah Tuhan menjamah hati orang-orang yang telah melakukan perbuatan ini agar dapat bertobat dan kembali ke jalan yang benar,” ungkap dr. Edie.

Sementara itu, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi menjelaskan bahwa penjemputan tersebut dilaksanakan atas perintah Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai bentuk perhatian terhadap keluarga korban, khususnya dalam kondisi situasi keamanan yang masih perlu diwaspadai.

“Kami ditugaskan oleh Pangdam XVII/Cenderawasih untuk menjemput istri korban dari Distrik Mbua menuju Wamena. Saat ini situasi masih perlu kita waspadai, sehingga kami mengimbau masyarakat apabila menemukan sesuatu yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, segera menyampaikannya kepada TNI maupun Polri,” ujar Danrem.

Danrem juga mengajak semua pihak untuk tidak membalas tindakan kekerasan dengan kekerasan serta mengingatkan pihak-pihak yang melakukan pelanggaran untuk menghentikan tindakan tersebut dan kembali ke jalan yang benar.

“Kita berharap kondisi ke depan akan lebih baik dan Wamena kembali damai, khususnya Papua Pegunungan, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga menegaskan bahwa para korban merupakan masyarakat biasa dan bukan agen intelijen sebagaimana isu yang mungkin berkembang di tengah masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang beredar melalui media online, dengan mengutamakan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kepulangan Sinta ke Wamena menjadi bagian dari rangkaian penanganan pascakejadian yang menimpa Aris Sanda. Selanjutnya, keluarga dapat menjalani proses kedukaan bersama kerabat dan masyarakat yang memberikan dukungan kepada keluarga korban.

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT