Banjarnegara - Kebakaran terjadi di lahan milik Perhutani yang berada di Dusun Karangsari, Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Api membakar semak belukar di lereng kawasan Perhutani dengan luas lahan terdampak diperkirakan kurang lebih dua hektare.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh Sutoyo (52), warga Dusun Karangsari, Desa Diengkulon. Saat melintas di jalan Dusun Karangsari, Sutoyo melihat api membakar semak belukar di lereng lahan Perhutani. Kondisi angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat merambat dan meluas.
Melihat kejadian tersebut, Sutoyo segera memberitahukan kepada warga sekitar. Informasi kemudian diteruskan kepada Kepala Dusun Karangsari, Sucipto, yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Koramil 05/Batur dan Polsek Batur.
Mendapat laporan, personel Koramil 05/Batur, yakni Serma Andi, Sertu Gunarto dan Kopka Eko Purwanto, bersama anggota piket Polsek Batur langsung menuju lokasi. Penanganan juga melibatkan BPBD, Pemerintah Desa Diengkulon, pihak Perhutani serta masyarakat sekitar.
Setibanya di lokasi, petugas bersama warga langsung melakukan upaya pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar lebih luas ke kawasan hutan, terlebih kondisi angin cukup kencang dan vegetasi semak dalam keadaan mudah terbakar.
Danramil 05/Batur Lettu Inf Fatkhul Bar mengatakan, berdasarkan penanganan awal di lapangan, api hanya membakar semak belukar. Tidak terdapat pohon milik Perhutani yang dilaporkan ikut terbakar. Dengan kondisi tersebut, sementara tidak ada kerugian material yang dilaporkan.
Sementara itu, mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mendukung proses penanganan di lokasi. Petugas dari unsur terkait juga melakukan koordinasi dan pemantauan untuk memastikan api benar-benar terkendali serta tidak kembali muncul di titik lain.
Mengenai penyebab kebakaran, berdasarkan informasi awal di lapangan api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar tepi jalan. Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Lokasi kebakaran sendiri berada di sekitar jalan Dusun Karangsari yang cukup sering dilalui masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya saat kondisi kering dan angin bertiup kencang. TNI, Polri, BPBD, Perhutani, pemerintah desa dan masyarakat terus bersinergi dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran agar tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.(Pendimbna).