PAPUA SELATAN, Merauke – Pangdam XXIV/Mandala Trikora
(XXIV/MT) Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., menegaskan bahwa
sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan
merupakan kunci mewujudkan wilayah perbatasan yang aman, tangguh, dan sejahtera.
Penegasan tersebut disampaikan Pangdam XXIV/MT pada
kesempatan terpisah. Sejalan dengan komitmen tersebut, Pangdam turut menghadiri
Rapat Koordinasi Kunjungan Kerja Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di Kantor
Gubernur Papua Selatan, Jalan KTM Salor, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke,
Senin (27/7/2026).
Rapat yang dipimpin Deputi Geostrategi DPN Mayjen TNI Frega
F. Wenas Inkiriwang, Ph.D., FHEA bersama Gubernur Papua Selatan Dr. Ir. Apolo
Safanpo, S.T., M.T., IPM itu membahas penguatan pertahanan, keamanan,
kesiapsiagaan wilayah perbatasan, serta sinergi pembangunan di Papua Selatan.
Pangdam menegaskan Kodam XXIV/MT akan terus mendukung
pembangunan melalui program-program teritorial yang menyentuh langsung
kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air bersih, percepatan pembangunan
infrastruktur, dan penguatan koordinasi lintas sektor.
"Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh
komponen bangsa adalah kekuatan utama dalam membangun wilayah perbatasan. Kami
berkomitmen mendukung setiap upaya yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat," tegas Pangdam.
Menurutnya, keamanan dan kesejahteraan merupakan dua aspek
yang saling berkaitan sehingga setiap program Kodam XXIV/MT diarahkan untuk
memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah
daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo
menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unsur pemerintah dan aparat mengingat
posisi strategis Papua Selatan sebagai wilayah perbatasan.
Rapat berlangsung dalam suasana konstruktif dan menghasilkan
berbagai masukan yang akan menjadi bahan rekomendasi strategis Dewan Pertahanan
Nasional dalam memperkuat pembangunan, ketahanan, dan kesiapsiagaan wilayah
perbatasan.