Pratu Agung Tak Kenal Lelah Angkong Terus Melaju Demi Rampungnya Jalan TMMD

Banjarnegara - Suara roda angkong yang berderit silih berganti terdengar di lokasi TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara. Di antara lalu lalang pengangkut adukan beton, Pratu Agung tampak terus mendorong angkong tanpa henti demi menjaga kelancaran pengecoran rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Sabtu (01/08/2026).

 

Sejak pagi, Pratu Agung bolak-balik dari mesin molen menuju titik pengecoran. Angkong yang didorongnya selalu terisi penuh adukan beton yang harus segera dituangkan sebelum mengeras. Pekerjaan itu dilakukan berulang kali dengan ritme yang cepat agar proses pengecoran tidak terputus.

 

Meski tenaga terus terkuras, semangat Pratu Agung tidak pernah surut. Baginya, setiap dorongan angkong adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Jalan yang sedang dibangun akan menjadi akses penting bagi warga Desa Gumelem Kulon dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Di lokasi yang sama, warga juga bekerja berdampingan dengan anggota Satgas TMMD. Ada yang mengoperasikan mesin molen, melangsir material, meratakan beton, hingga menyiapkan kebutuhan pengecoran. Kekompakan tersebut membuat pekerjaan berjalan lebih cepat dan efisien.

 

Pratu Agung mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya hasil kerja TNI, tetapi buah dari kebersamaan seluruh masyarakat. Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD menjadi energi yang membuat setiap pekerjaan terasa lebih ringan.

 

Pembangunan rabat beton ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi warga, mempermudah pengangkutan hasil pertanian, serta meningkatkan aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat di Desa Gumelem Kulon.

 

Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa," TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara terus menunjukkan bahwa pembangunan desa lahir dari kerja keras dan kebersamaan. Keteguhan Pratu Agung yang tak kenal lelah mendorong angkong menjadi gambaran nyata dedikasi seorang prajurit dalam mengabdi kepada rakyat, sekaligus simbol semangat membangun negeri dimulai dari desa.(Pendimbna).

  • Share:

ARTIKEL TERKAIT

0 COMMENTS

LEAVE A COMMENT