PAPUA SELATAN, Merauke - Semangat gotong royong terus
menjadi kekuatan utama dalam pembangunan jembatan aramco melalui Program Karya
Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kabupaten
Merauke, Provinsi Papua Selatan. Hingga saat ini, pembangunan berjalan dengan
baik dan melibatkan Prajurit TNI Angkatan Darat bersama masyarakat secara
langsung. Kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata sinergi dalam menghadirkan
akses yang lebih baik.
Semangat kebersamaan itu terlihat di Kampung Win Jaya,
Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Senin (10/8/2026). Prajurit TNI AD dari Kodim
1707/Merauke, Yonif TP 802/WMJ bersama masyarakat setempat bahu-membahu
melanjutkan proses pengecoran jembatan setelah rangka aramco disusun sesuai
dengan fungsinya.
Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P.
menegaskan bahwa pembangunan jembatan aramco melalui Program Karya Bakti Skala
Besar TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1707/Merauke
hingga saat ini berjalan dengan lancar. Menurutnya, keterlibatan masyarakat
secara aktif menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan, karena
jembatan yang dibangun bukan hanya menjadi sarana penghubung, tetapi juga
merupakan hasil dari semangat kebersamaan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan jembatan aramco di wilayah
Kodim 1707/Merauke tersebar di 15 titik, yakni empat titik di Kampung Waninggap
Say, Distrik Tanah Miring, tiga titik di wilayah Distrik Kurik, enam titik di
Distrik Animha, serta dua titik di Distrik Jagebob. Kehadiran jembatan-jembatan
tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya
dalam memperlancar aktivitas sehari-hari, sekaligus membuka akses yang lebih
baik untuk mendukung kehidupan sosial dan perekonomian warga.
Semangat gotong royong dan kekompakan antara Prajurit TNI AD
dan masyarakat diharapkan terus terjaga hingga seluruh pembangunan selesai.
Dengan bekerja bersama, setiap tantangan dapat dihadapi dan setiap harapan
dapat diwujudkan secara bertahap.